Skip to main content

She was a poem but he is not interested in poetry

cr. pinterest


beda,

sepertinya kata yang cocok 

menggambarkan kita.


kau suka keramaian,

aku merasa tenang di kesendirian,

kau memahami sesuatu dengan lantang,

aku meresapi dengan penuh keheningan,

lukamu kau obati dengan kalimat penenang,

sementara,

obat mujarab bagiku hanyalah pelukan.


latar yang berbeda,

dalam satu garis takdir bersama,

mengapa Tuhan pertemukan?

bila akhirnya,

itu hanyalah,

permulaan dari perpisahan.


bagiku,

mencintaimu adalah kesalahan,

juga hal irasional.


bagaikan

air dan api,

kita saling meniadakan.

Comments

Popular posts from this blog

My Opinion About Stress

Stress? Have you ever experience it? Here's What I Thought! #HWIT series pict taken by me on 2022 People mostly have had a stress.  Stress karena pekerjaan, lingkungan, masalah keluarga, daan lain hal. Apa sih stress itu? Stress is a body reaction to any change that requires an adjusment or response. Jadi, stress adalah suatu reaksi tubuh terhadap suatu perubahan yang membutuhkan penyesuaian diri atau respon diri. ( https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11874-stress ) Banyak alasan yang dapat menjadi penyebab stress, seperti: 1. Perceraian  2. Ditinggal orang yang dicintai  3. Dipecat dari pekerjaan 4. Ditinggal orang yang kita sayang untuk selama-lamanya.  5. Masalah emosional, seperti depresi, ketgelisahan, rasa penyesalan mendalam, dsb.  ( https://www.webmd.com/balance/guide/causes-of-stress ) Seperti kalimat pertama di atas, kita semua pasti pernah stress. Kamu, bahkan aku juga pernah stress. Semua orang di muka bumi pasti pernah st...

Never Feel Good Enough?

Ga pernah merasa puas, bagus atau bahaya? Here's What I Thought! #HWIT series cr. pinterest Kamu pernah engga sih ngerasa masih kurang dengan segala pencapaian yang udah kamu dapet? Atau ngerasa belum puas dengan pencapaian-pencapaian itu? Atau kamu masih ngerasa pencapaian itu belum cukup bagus bagi kamu? In my opinion , ga pernah merasa puas itu ga selalu bagus dan ga selalu bahaya. Why? Because, basically, we have that nature since we were kids as a human being and that's totally fine . Bagus atau bahaya-nya itu bakal tercermin dari bagaimana kita menggunakan sifat "ga pernah merasa puas" itu sendiri. Misal, A is a wise man . Dia bisa mengatur bagaimana dia harus bersikap. Hidupnya sering menggunakan sifat "ga pernah merasa puas". Apalagi setelah dia dapet suatu achievment yang menurut dia masih bisa untuk dia improve . Apa sifat itu jadi bahaya? Menurutku, engga sama sekali.  Yang perlu diperhatikan di situ konteksnya adalah si A orang yang bijak/ wise ...